Kamis, Mei 21, 2009
Dibalik Sholat Sunnah Fajar
Written by abdullah dr syahadat.com
Tuesday, 03 February 2009 08:27
Allah swt adalah Zat yang Maha Kaya lagi Maha Pemberi, Maha Pemurah lagi
Maha Adil. Begitu banyak nikmat dan pahala yang telah Allah swt berikan dan
janjikan kepada umat-Nnya yang taat kepada-Nya. Setiap perintah ibadah yang
diserukan kepada manusia, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kebaikan
manusia itu sendiri. Setiap perintah ibadah memiliki nikmat dan pahala yang
begitu besar, yang telah dijanjikan oleh Allah swt. Setiap perintah ibadah
merupakan ladang nikmat dan pahala bagi umat manusia. Jangankan pada ibadah
yang wajib, ibadah yang sunnah pun banyak sekali yang di dalamnya telah
Allah swt tempatkan nikmat dan pahala yang sangat besar, yang dapat dipetik
hanya oleh orang-orang yang taat dan ikhlas menjalankan ibadah tersebut.
Sholat sunnah fajar adalah salah satu contoh ibadah sunnah yang memiliki
ganjaran yang sangat besar bagi yang melakukan dan mengistiqomahkannya.
Memang, sholat fajar ini merupakan salah satu sholat sunnah yang jarang
sekali diamalkan oleh umat muslim, meskipun hanya dilakukan dalam dua rakaat
yang ringan. Faktor penyebabnya hanya satu, karena mereka harus bangun lebih
pagi. Dan kenyataannya, sangat sedikit sekali umat muslim yang memang
sanggup untuk bangun di pagi buta. Hal ini dapat dilihat dari jumlah jamaah
sholat shubuh yang hadir disetiap masjid dan musholah. Untuk musholah, dapat
penuh sampai satu shaf saja sudah Alhamdulillah.
Seandainya setiap umat muslim benar-benar mengerti dan memahami ganjaran apa
yang ada dibalik sholat sunnah dua rakaat sebelum fajar tersebut, niscaya
mereka akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Aisyah RA meriwayatkan dari Nabi SAW, Beliau bersabda :
**
*"Dua rakaat (sebelum) fajar (shalat subuh) lebih baik (nilainya) dari dunia
dan seisinya.” (HR. Muslim dan Tirmidzi) *
Merujuk pada sabda Rasulullah saw diatas, dapatkah kita bayangkan sebesar
apa atau seperti apakah sebenarnya nilai dari sholat sunnah dua rakaat
sebelum fajar tersebut? Subhanallah, sungguh Allah Maha Kaya lagi Maha
Pemurah.
Begitu besarnya keutamaan dan balasan pahala yang dijanjikan Allah swt bagi
orang-orang yang selalu mengistiqomahkan sholat sunnah dua rakaat sebelum
fajar, hingga Rasulullah saw pun sangat menjaga sholat sunnah tersebut
daripada sholat sunnah yang lainnya. Dan logikanya, kalau Rasulullah saw
saja yang sudah dijamin dengan surga masih sangat menjaga sholat sunnah
tersebut, lalu apa yang menyebabkan umat muslim pengikut Rasulullah saw yang
pastinya tidak pernah lepas dari salah dan dosa tidak mau berjuang untuk
mengistiqomahkannya juga? Harusnya, umat muslim dapat menjaga sholat
tersebut dengan usaha yang jauh lebih keras.
Ummul Mukminin, Aisyah RA berkata,
*"Rasulullah SAW sangat menjaga shalat sunnah dua rakaat sebelum subuh bila
dibandingkan dengan shalat sunnah lainnya."*
Sholat sunnah dua rakaat sebelum shubuh atau sholat sunnah fajar, atau yang
lebih dikenal dengan sebutan sholat sunnah qobliyah shubuh memang bukanlah
salah satu ibadah yang diwajibkan, namun sholat sunnah ini merupakan salah
satu ibadah yang sangat di anjurkan atau yang biasa disebut dengan sunnah
muakkad. Sholat sunnah ini dikerjakan sebelum waktu fajar dengan jumlah
rakaat yang ringan. Sholat sunnah ini hanya terdiri atas dua rakaat yang
dapat dilakukan dengan mudah dan tidak perlu berlama-lama. Karena di dalam
sebuah riwayat pun telah dikatakan bahwa Rasulullah saw telah mengerjakan
sholat sunnah fajar dengan cepat, sehingga para sahabat mengira bahwa beliau
tidak membaca surat Al Fatihah.
Imam Muslim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw membaca surat Al Kafirun pada
rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah, dan membaca surat Al Ikhlas pada
rakaat kedua setelah membaca surat Al Fatihah.
Meskipun dapat dilakukan dengan mudah dan ringan, namun begitu banyak umat
muslim yang tidak mau, tidak pernah mengerjakan atau jarang sekali
mengerjakan sholat sunnah fajar tersebut. Hal ini disebabkan oleh banyak
faktor, diantaranya adalah karena ketidak tahuan mereka atas keutamaan dan
keistimewaan sholat sunnah fajar tersebut, malas karena harus dikerjakan di
pagi buta, sering bangun kesiangan, malas, dan lain-lain.
Selain membaca Al Quran dan berdzikir, ada hal lain pula yang dapat dan
boleh dilakukan oleh seorang mukmin setelah selesai mengerjakan sholat
sunnah fajar. Kita diperbolehkan berbaring di atas lambung kanan seraya
menunggu datangnya iqomah. Hal ini sebagaimana di sabdakan oleh Rasulullah
saw yang artinya:
Aisyah RA berkata :
*"Nabi SAW apabila selesai melaksanakan dua rakaat shalat sunnah fajar
berbaring dengan bersandarankan lambung kanan”. *
Begitu besarnya Allah swt telah memberikan pahala dan nilai pada sholat
sunnah dua rakaat sebelum fajar, tapi begitu banyak pula manusia yang
mengabaikan dan meninggalkannya. Masih saja manusia berlomba-lomba untuk
menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengejar dunia hingga
mereka tak sanggup lagi membuka mata untuk melakukan sholat sunnah fajar
yang ringan tersebut. Mereka tak sanggup lagi untuk mengangkat kakinya
menuju tempat wudhu untuk melaksanakan sholat sunnah yang penuh dengan
keutamaan tersebut, yang Rasulullah saw sangat menjaganya.
Bukankah Rasulullah saw telah memberikan rahasia besar yang sangat
menguntungkan bagi kita? Satu ibadah yang ringan dan mudah, namun dengan
nilai dan pahala yang melebihi dunia dan isinya. Subhanallah. Semoga Allah
swt senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk senantiasa
mengistiqomahkan sholat sunnah fajar dengan penuh keikhlasan. Amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar